mengangkat musik tradisi lewat musik kolaborasi
oleh Vhyca Falsknowles Godwillbedragmetohell pada 27 Juli 2011 jam 10:19
Mengangkat Musik Tradisi dengan Musik Kolaborasi
Saat ini musik tradisional masih kurang diminati. Hal ini dikarenakan maraknya musik modern dan adanya pemudaran minat yang disebabkan oleh pergeseran nilai dan pemikiran yang sesuai dengan laju peradaban yang tidak mungkin bias di hindari. Inovasi tekhnologi yang gemerlap dan konsumtif membuat sebagian masyarakat kurang memperhatikan kebudayaannya sendiri. Selain itu, image ketinggalan zaman telah menjerat masyarakat kedalam trend modernisasi.
Seiring dengan laju peradaban ini, seniman kreatif berusaha mengeksiskan music tradisional dengan cara mamadukan unsur musik yang berbeda dan sering disebut dengan music kolaborasi. Gitaris Saratuspersen, Ihwan, selasa (24/8) mengatakan faktor munculnya musik kolaborasi adalah ketertarikan terhadap world music, munculnya inspirasi dari aliranmusik dunia, keinginan memperkaya khazanah musik Indonesia dan budaya Indonesia (klise tapi fakta) dan mengeksiskan music tradisi dengan kemasan lebih fresh.
Musik kolaborasi dipopulerkan oleh Duo Jimsaku (Akira Jimbo dan Tetsuko Sakura) seniman asal jepang yang sampai sekarang masih menjasi influence music kolaborasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa music kolaborasi dapat dicerna dengan baik dan menjadi senjata untuk menjerat generasi muda lebih mengenal dan tertarik pada music tradisi termasuk segala instrument yang ada di dalamnya. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh yoyon darsono (25/8), “Musik Kolaborasi yang berhasil mengusung warna musik tradisi dengan nuansa Karawitan maka alat2 musik tradisional itu muncul kepermukaan yang dapat dilihat dan ditonton serta di apresiasi oleh para penonton yang menyaksikan suguhan musik Kolaborasi tersebut.Para penonton atau penikmat seni yang awam sekalipun mereka akan tahu dan mulai mengenal alat2 musik tradisional yang dimainkan secara kolaborasi di panggung Festival baik di dalam negeri maupun di luar negeri. bukan saja alat musik tradisionalnya yang dikenal, tapi juga hasil olahan musikalnya dapat diapresiasi oleh para penikmat musik dunia.”
Kini tidak hanya seniman tradisai saja yang mengkolaborasikan musiknya agar dapat dikenal oleh masyarakat dunia. Beberapa grup band terkenal di indonesiapun sudah banyak yang mengusung music kolaborasi dalam karyanya. Dengan menjamurnya music kolaborasi dan prospek baik yang dibawanya merupakan hal yang membanggakan dan perlu ditingkatkan secara lebih spesifik karena fakta menunjukan music tradisi yang dikolaborasikan dengan music modern menghasilkan suatu keunikan yang dapat mendobrak pasar music dunia. Banyak beberapa grup yang mengusung music kolaborasi yang telah merasakan panggung dunia dan mendapat antusiasme besar dari dunia misalnya saratus persen yang sudah merasakan panggung eropa dan amerika serta Krakatau bandi yang sudah berkeliling di 4 benua yang ada di dunia. Tentu saja hal ini sangat membuat masyarakat Indonesia yang mencintai music tradisi berdecak kagum dan bangga. Sayangnya kemajuan music dan sambutan hangat dunia untuk music kolaborasi ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang kurang menyadari pentingnya kesenian music tradisi dan pemerintahpun kurang memperhatikan prospek baik tersebut.
Saat ini musik tradisional masih kurang diminati. Hal ini dikarenakan maraknya musik modern dan adanya pemudaran minat yang disebabkan oleh pergeseran nilai dan pemikiran yang sesuai dengan laju peradaban yang tidak mungkin bias di hindari. Inovasi tekhnologi yang gemerlap dan konsumtif membuat sebagian masyarakat kurang memperhatikan kebudayaannya sendiri. Selain itu, image ketinggalan zaman telah menjerat masyarakat kedalam trend modernisasi.
Seiring dengan laju peradaban ini, seniman kreatif berusaha mengeksiskan music tradisional dengan cara mamadukan unsur musik yang berbeda dan sering disebut dengan music kolaborasi. Gitaris Saratuspersen, Ihwan, selasa (24/8) mengatakan faktor munculnya musik kolaborasi adalah ketertarikan terhadap world music, munculnya inspirasi dari aliranmusik dunia, keinginan memperkaya khazanah musik Indonesia dan budaya Indonesia (klise tapi fakta) dan mengeksiskan music tradisi dengan kemasan lebih fresh.
Musik kolaborasi dipopulerkan oleh Duo Jimsaku (Akira Jimbo dan Tetsuko Sakura) seniman asal jepang yang sampai sekarang masih menjasi influence music kolaborasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa music kolaborasi dapat dicerna dengan baik dan menjadi senjata untuk menjerat generasi muda lebih mengenal dan tertarik pada music tradisi termasuk segala instrument yang ada di dalamnya. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh yoyon darsono (25/8), “Musik Kolaborasi yang berhasil mengusung warna musik tradisi dengan nuansa Karawitan maka alat2 musik tradisional itu muncul kepermukaan yang dapat dilihat dan ditonton serta di apresiasi oleh para penonton yang menyaksikan suguhan musik Kolaborasi tersebut.Para penonton atau penikmat seni yang awam sekalipun mereka akan tahu dan mulai mengenal alat2 musik tradisional yang dimainkan secara kolaborasi di panggung Festival baik di dalam negeri maupun di luar negeri. bukan saja alat musik tradisionalnya yang dikenal, tapi juga hasil olahan musikalnya dapat diapresiasi oleh para penikmat musik dunia.”
Kini tidak hanya seniman tradisai saja yang mengkolaborasikan musiknya agar dapat dikenal oleh masyarakat dunia. Beberapa grup band terkenal di indonesiapun sudah banyak yang mengusung music kolaborasi dalam karyanya. Dengan menjamurnya music kolaborasi dan prospek baik yang dibawanya merupakan hal yang membanggakan dan perlu ditingkatkan secara lebih spesifik karena fakta menunjukan music tradisi yang dikolaborasikan dengan music modern menghasilkan suatu keunikan yang dapat mendobrak pasar music dunia. Banyak beberapa grup yang mengusung music kolaborasi yang telah merasakan panggung dunia dan mendapat antusiasme besar dari dunia misalnya saratus persen yang sudah merasakan panggung eropa dan amerika serta Krakatau bandi yang sudah berkeliling di 4 benua yang ada di dunia. Tentu saja hal ini sangat membuat masyarakat Indonesia yang mencintai music tradisi berdecak kagum dan bangga. Sayangnya kemajuan music dan sambutan hangat dunia untuk music kolaborasi ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang kurang menyadari pentingnya kesenian music tradisi dan pemerintahpun kurang memperhatikan prospek baik tersebut.
Facebook © 2011 · Bahasa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar