Rabu, 27 Juli 2011

ini tahap kedua penulisan

Mengangkat Musik Tradisi Melalui Musik Kolaborasi

Saat ini musik tradisional sangat menghawatirkan karena masih kurang diminati oleh masyarakat lokal. Hal ini dikarenakan maraknya musik modern dan adanya pemudaran minat yang disebabkan oleh pergeseran nilai dan pemikiran yang sesuai dengan laju peradaban yang tidak mungkin bisa di hindari. Inovasi tekhnologi yang gemerlap dan konsumtif membuat sebagian masyarakat kurang memperhatikan kebudayaannya sendiri. Selain itu, image ketinggalan zaman telah menjerat masyarakat kedalam trend modernisasi. Dengan demikian, kesenian rakyat semakin lama tidak dapat mempunyai ruang yang cukup memadai untuk perkembangan secara alami atau natural, karena itu, secara tidak langsung kesenian rakyat akhirnya menjadi sangat tergantung oleh model-model pembangunan yang cenderung lebih modern dan rasional.
Globalisasi budaya yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional. Berbagai kesenian trdisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional jangan sampai hanya menjadi alat atau slogan para pemegang kebijaksanaan, khususnya pemerintah, dalam rangka keperluan turisme, politik dsb. Selama ini pembinaan dan pengembangan kesenian tradisional yang dilakukan lembaga pemerintah masih sebatas pada unsur formalitas belaka, tanpa menyentuh esensi kehidupan kesenian yang bersangkutan. Akibatnya, kesenian tradisional tersebut bukannya berkembang dan lestari, namun justru semakin dijauhi masyarakat.
Dengan demikian, tantangan yang dihadapi oleh kesenian rakyat cukup berat. Karena pada era teknologi dan komunikasi yang sangat canggih dan modern ini masyarakat dihadapkan kepada banyaknya alternatif sebagai pilihan, baik dalam menentukan kualitas maupun selera. Hal ini sangat memungkinkan keberadaan dan eksistensi kesenian rakyat dapat dipandang dengan sebelah mata oleh masyarakat, jika dibandingkan dengan kesenian modern yang merupakan imbas dari budaya pop.
Meski demikian, semangat untuk mempertahankan musik tradisional sebagai bagian dari kebudayaan, masih tak berhenti di tengah jalan. Seiring dengan laju peradaban ini, seniman kreatif berusaha mengeksiskan musik tradisional dengan cara mamadukan unsur musik yang berbeda dan sering disebut dengan musik kolaborasi. Gitaris Saratuspersen, Ihwan, selasa (24/8) mengatakan faktor munculnya musik kolaborasi adalah ketertarikan terhadap world music, munculnya inspirasi dari aliranmusik dunia, keinginan memperkaya khazanah musik Indonesia dan budaya Indonesia (klise tapi fakta) dan mengeksiskan music tradisi dengan kemasan lebih fresh.
Meskipun nusik tradisional hanya sebagai tambahan reportoar dalam music kolaborasi namun semua itu tidaklah masalah karena semua itu tertutupi oleh peranan penting yang dihasilkan. Boleh dibilang music kolaborasi adalah trik seniman tradisi untuk meperkenalkan music tradisi kepada masyarakat yang bukan idealis tradisi atau memang kreativitas seniman yang ingin berkarya dan mengahasilkan suatu jenis music yang unik. Tidak bisa dipungkiri bahwa musik kolaborasi dapat dicerna dengan baik dan menjadi senjata untuk menjerat generasi muda lebih mengenal dan tertarik pada music tradisi termasuk segala instrument yang ada di dalamnya. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh anggota Krakatau Band, Yoyon Darsono (25/8), “Musik Kolaborasi yang berhasil mengusung warna musik tradisi dengan nuansa Karawitan maka alat-alat musik tradisional itu muncul kepermukaan yang dapat dilihat dan ditonton serta di apresiasi oleh para penonton yang menyaksikan suguhan musik Kolaborasi tersebut. Para penonton atau penikmat seni yang awam sekalipun mereka akan tahu dan mulai mengenal alat-alat musik tradisional yang dimainkan secara kolaborasi di panggung Festival baik di dalam negeri maupun di luar negeri. bukan saja alat musik tradisionalnya yang dikenal, tapi juga hasil olahan musikalnya dapat diapresiasi oleh para penikmat musik dunia.”
Bukan hal yang tidak mungkin bahwa music kolaboasi dapat membawa seseorang yang menganggap music tradisional membosankan menyadari bahwa music tradisional dapat dikemas dengan menarik dan disukai oleh remaja muda masa kini. Seorang mahasiswi Bogor Educare, Sri Fathonah mengatakan “ ketika saya mendengar lagu saratus persen yang berjudul ilusi, dari situ saya berkata bahwa itu lagu pertama yang saya sukai, its so amazing!”
Seperti yang telah diketahui bahwa dalam lagu ilusi, perbedaan unsur tradisional yang terdengar dari bunyi gamelan dan unsure tradisional yang terdengar dari bunyi terompet dan gitar sangat terasa jelas perbandingannya. Namun perbedaan itulah yang membuat lagu itu menarik.
Kini tidak hanya seniman tradisai saja yang mengkolaborasikan musiknya agar dapat dikenal oleh masyarakat dunia. Beberapa grup band terkenal di industry music indonesiapun sudah banyak yang mengusung musik kolaborasi dalam karyanya misalnya Bondan Ft Fead2black dengan lagunya kroncong protol yang membuat remaja Indonesia bagaikan terkena demam kroncong protol. Dengan menjamurnya musik kolaborasi dan prospek baik yang ada didalam music kolaborasi merupakan hal yang membanggakan dan perlu ditingkatkan secara lebih spesifik karena fakta menunjukan musik tradisi yang dikolaborasikan dengan music modern menghasilkan suatu keunikan yang dapat mendobrak pasar musik dunia. Banyak beberapa grup yang mengusung musik kolaborasi yang telah merasakan panggung dunia dan mendapat antusiasme besar dari dunia misalnya saratus persen yang sudah merasakan panggung Eropa dan amerika serta Krakatau band yang sudah berkeliling di empat benua yang ada di dunia. Tentu saja hal ini sangat membuat masyarakat Indonesia yang mencintai musik tradisi berdecak kagum dan bangga. Sayangnya kemajuan musik dan sambutan hangat dunia untuk musik kolaborasi ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang kurang menyadari pentingnya kesenian music tradisi dan pemerintahpun kurang memperhatikan prospek baik tersebut. Dan kini kita hanya bisa berharap agar pemerintah lebih peduli terhadap music tradisional dan tentu yang terpenting adalah adanya kesadaran dari diri sendiri untuk melestarikan warisan budaya yang ada di Indonesia khususnya di tanah sunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar